Dinas Kesehatan Papua Klaim 124.013 Anak Telah Diimunisasi

Foto untuk : Dinas Kesehatan Papua Klaim 124.013 Anak Telah Diimunisasi

KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura – Dinas (Dinkes) Kesehatan Papua mengklaim telah melakukan imunisasi measles atau campak, rubella dan polio terhadap 124.013 anak di Papua dalam dua minggu pertama Agustus 2018.

Dalam rilisnya kepada media di Papua, Kepala Dinkes Papua, Aloysius Giyai mengatakan kampanye imunisasi measles atau campak, rubella, dan polio telah berjalan sejak 1 Agustus 2018 lalu di seluruh Provinsi Papua, termasuk Kabupaten Jayawijaya.

“Dari 124.013 anak di seluruh Papua  yang telah mendapatkan imunisasi, dimana 5.945 diantaranya merupakan anak-anak di Kabupaten Jayawijaya. Hal ini sejalan dengan komitmen Papua untuk mencapai 100 persen cakupan imunisasi selama masa kampanye, yaitu Agustus dan September 2018,” jelas Aloysius.

Aloysius juga mengatakan, cakupan imunisasi di Papua hingga saat ini yang mencapai lebih dari 124.013 anak dari target sekitar 1 juta anak. “Saya sampaikan bagi kita semua, vaksin ini aman. Demi melindungi anak-anak dan masa depan Papua. Saya minta semua pihak untuk mendukung agar imunisasi campak, rubella, dan polio ini tetap dilanjutkan,” jelasnya.

Sedangkan terkait meninggalnya seorang anak berinisial AL (9 tahun) di Kurulu, Kabupaten Jayawijaya usai diimunisasi, Aloysius meminta semua pihak menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut terkait kasus ini.

“Kami bersama Dinas Kesehatan Jayawijaya dan aparat keamanan untuk tetap melakukan imunisasi campak, rubella dan polio terhadap anak-anak di Jayawijaya,” jelas Aloysius.

Menurut Aloysius, penyakit rubella terkadang tak menunjukkan tanda-tanda signifikan atau jelas pada anak. Akan tetapi, jika dilakukan pencegahan sejak dini dapat menghindarkan anak dari kebutaan, kepala kecil, katarak hingga gangguan pendengaran.

Sementara itu, untuk campak, jika tak dilakukan pencegahan sejak awal dapat menyebabkan anak terkena radang paru, radang otak, kebutaan hingga gizi buruk.

Kasus polio sendiri, yang menyebabkan lumpuh layuh bahkan kematian, telah terjadi dalam tahun ini di negara tetangga, Papua Nugini. “Sebagai akibatnya, seluruh wilayah Provinsi Papua sangat rentan terhadap penularan virus ini,” jelas Aloysius.***(Fitus Arung)

Sikda
Pusdatinkes
E-Budgetting