Mengapa Harus Kader Kesehatan

Foto untuk : Mengapa Harus Kader Kesehatan

Apakah Kader Kesehatan itu?

Kader kesehatan adalah adalah seseorang yang mau dan mampu melaksanakan upaya-upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di bawah pembinaan petugas kesehatan yang dilakukan atas kesadaran diri sendiri dan tanpa pamrih apapun.

Apa tujuan diadakannya Kader Kesehatan?

Tujuan umum

Melalui peran kader kesehatan secara optimal diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayahnya.

Tujuan khusus

Terselenggaranya upaya promotif dan preventif terhadap masalah-masalah kesehatan oleh masyarakat sendiri

Terdeteksinya masalah-masalah kesehatan secara dini yang ada di wilayah dengan adanya kader yang berilmu pengetahuan dan aktif.

Masyarakat mampu mengambil inisiatif untuk menyelesaikan masalah-masalah kesehatan diwilayahnya secara mandiri

Memudahkan koordinasi antara petugas kesehatan dengan masyarakat (kader) untuk melaksanakan upaya-upaya kesehatan masyarakat

 

Siapa saja  yang bisa menjadi kader kesehatan?

Setiap orang baik laki-laki maupun perempuan yang mau dan mampu menyelenggarakan upaya-upaya kesehatan yang berbasis masyarakat, yang dilakukan secara sukarela, berdasarkan ilmu pengetahuan yang terus berkembang, dan dibawah pengawasan dan pembinaan petugas kesehatan setempat.

 

Macam-macam dan peran Kader Kesehatan

Saat ini pada umumnya kader kesehatan ada beberapa kelompok, misalnya:

Kader Posyandu Balita

Kader yang bertugas di pos pelayanan terpadu (posyandu) dengan kegiatan rutin setiap bulannya melakukan pendaftaran, pencatatan, penimbangan bayi dan balita.

2.   Kader Posyandu Lansia

Kader yang bertugas di posyandu lanjut usia (lansia) dengan kegiatan rutin setiap bulannya membantu petugas kesehatan saat pemeriksaan kesehatan pasien lansia.

3.   Kader Gizi

Kader yang bertugas membantu  petugas puskesmas melakukan pendataan, penimbangan bayi dan balita yang mengalami gangguan gizi (malnutrisi).

4.  Kader Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) à Kader KPKIA

Kader yang bertugas membantu  bidan puskesmas melakukan pendataan, pemeriksaan ibu hami dan anak-anak yang mengalami gangguan kesehatan (penyakit).

5.   Kader Keluarga Berencana (KB)

Kader yang bertugas membantu  petugas KB melakukan pendataan, pelaksanaan pelayanan KB kepada pasangan usia subur di lingkungan tempat tinggalnya

6.  Kader Juru Pengamatan Jentik (Jumantik)

Kader yang bertugas membantu  petugas puskesmas melakukan pendataan dan pemeriksaan jentik nyamuk di rumah penduduk sekitar wilayah kerja puskesmas

7.   Kader Upaya Kesehatan Kerja (UKK)

Kader yang membantu petugas puskesmas melakukan pendataan dan pemeriksaan kesehatan tenaga kerja di lingkungan pos tempat kerjanya

8.  Kader Promosi Kesehatan (Promkes) à KADER PHBS

Kader yang bertugas membantu petugas puskesmas melakukan penyuluhan kesehatan secara perorangan maupun dalam kelompok masyarakat

9.  Kader Upaya Kesehatan Sekolah (UKS)

Kader yang bertugas membantu petugas puskesmas melakukan penjaringan dan pemeriksaan kesehatan anak-anak usia sekolah pada pos pelayanan UKS.

Peran Petugas Kesehatan terhadap Kader Kesehatan

Pendamping dan pengarah dalam  pelayanan

Penghubung masyarakat pada memberi pelayanan

Menjadi contoh dan motivator dalam kegiatan

Menjaga kelangsungan kegiatan

Melaksanakan pembinaan dan pelatihan rutin terhadap kader kesehatan

Melaksanakan koordinasi antara kader kesehatan dan tenaga kesehatan

Melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan kader kesehatan

Melaksanakan evaluasi kegiatan bersama kader kesehatan

 

Bagaimana seharusnya seorang Kader  Kesehatan itu?

Karena peran yang sangat krusial ini, para kader kesehatan dapat dikatakan sebagai pelopor/ pelaku pembangunan masyarakat. Sebagai pelopor atau pelaku pembangunan masyarakat di desanya, berarti Kader telah ikut serta dalam pembangunan. Namun semua ini bisa terjadi jikalau kader kesehatan mempunyai sikap  yang baik kepada masyarakatnya. Sikap kader yang baik di masyarakat  diantaranya adalah:

S emangat, E mpati, P eduli, E mosi, N alar, U paya, H andal

C erdas, I nisiatif dan inovatif, N urani (ikhlas) , T erampil, A sa

 

Sikda
Pusdatinkes
E-Budgetting