Penyerahan Bantuan Pengembangan UKBM Weyen dan Samanente

Foto untuk : Penyerahan Bantuan Pengembangan UKBM Weyen dan Samanente

"Paradigma Pembangunan Kesehatan, kini lebih ditekankan melalui upaya Promosi Kesehatan dan Pencegahan, sehingga menjadi ujung tombak dari upaya peningkatan pencapaian 10 Indikator PHBS dan 12 Indikator Program GERMAS, sebab merupakan Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM)," ujar Sergius Swabra, SKM,M.Kes, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sarmi kepada promkessarmi.id.

 

UKBM tersebut yakni, Pos Kesehatan Kampung (Poskeskam), Posyandu, Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM), Upaya Kesehatan Sekolah (UKS).

 

Saat ini di Kampung Weyen, Distrik Tor Atas kami hadir  untuk melakukan survey dan membentuk UKBM dan menyerahkan Peralatan guna keberlangsungan pengoperasian UKBM di  2 kampung di Distrik Tor Atas, yakni kampong Weyen dan Samanente.

 

"Tentunya ini semua kita laksanakan atas dukungan dari penganggaran melalui dana Otonomi Khusus Papua Bidang Kesehatan Tahun 2018, dimana jumlah dan penggunaannya sangat terbatas, serta dengan aturan yang sangat ketat," ungkapnya.

 

Menurut Sergius, dalam menyelenggarakan UKBM ini, diperlukan dukungan optimal dari Kepala Kampungmaupun Stake Holder atau semua pihak, baik dukungan kebijakan, maupun dukungan penganggaran melalui Alokasi Dana Desa (ADD).

 

"Sesuai dengan aturan yang berlaku, yakni 10 persen ADD harus dipergunakan secara optimal untuk pembangunan Kesehatan, baik pembangunan fisik maupun pembangunan penyelenggara UKBM," terangnya.

 

Agar percepatan capaian 10 Indikator PHBS dan 12 Indikator GERMAS dapat segera terwujud, menurut Kurnia, selama ini upaya dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Sarmi masih belum maksimal.

 

Dalam upaya mensinergikan kegiatan lintas sektoral, Dinas Kesehatan Kabupaten Sarmi sering melakukan Advokasi agar mendapatkan dukungan dari lintas sektor terkait, termasuk melakukan pendekatan terhadap Pemerintah Kampung untuk mengoptimalkan penggunaan 10 persen ADD di setiap Distrik dan  advokasi serupa juga dilakukan melalui Dinas Pemberdayaan Kampung maupun langsung ke Kepala Kampung, demikian ungkap penanggungjawab promkes dan pemberdayaan masyarakat Dorlina RL. Haay,S.Kep.

Sikda
Pusdatinkes
E-Budgetting